Ihsan adalah unsur yang paling tinggi dalam Islam. Bahkan menurut hadits Nabi SAW merupakan puncak kedekatan seorang hamba yang diwujudkan seakan-akan melihat Allah SWT atau meyakini bahwa dirinya dilihat oleh-Nya dalam beribadah, ihsan juga merupakan bukti kebersihan jiwa, kemuliaan dan kebahagiaan hubungan antara seorang hamba dengan Robbnya. Maka untuk lebih jelasanya konsep ihsan bisa dilihat indikatornya dalam beberapa aspek :
1. Dalam hal akidah
Artinya : ”Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya[686]. dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan[687]. mereka Itulah penghuni syurga, mereka kekal di dalamnya. ( QS: Yunus : 26 )
Dalam ayat di atas seorang meyakini bahawa perbuatan ihsan akan dibalas dengan kebaikan pula. Dalam ayat lain refleksi dari konsep ihsan adalah meyakini bahwa seseorang tidak akan terlepas dari pengawasan malaikat Rokib dan Atid semasa hidupnya.
Artinya : “ Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir. ( QS: Qoof : 18 )
2. Dalam hal ibadah-ibadah
Artinya :”Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Robb semesta alam. ( QS : Al An’am : 162 )
3. Dalam muamalah
Rosulullah SAW bersabda :
)اِنَّ اللهَ كَتَبَ عَلَيْكُمُ اْلِاحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ , فَاِذَا قَتَلْتُمْ فَاَحْسِنُوْ الْقَتْلَةَ وَ اِذَا ذَبَحْتُمْ فَاَحْسِنُوْ الذَّبْحَةَ (
Artinya :“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kebaikan pada segala sesuatu, maka jika kamu membunuh, bunuhlah dengan baik, dan jika kamu menyembelih, sembelihlah dengan baik…” (HR. Muslim)ُ
Dari ketiga contoh aspek di atas adalah bentuk refleksi dari konsep ihsan yang tertanam pada diri seseorang dalam kehidupannya, yang menggambarkan suasana hati orang tersebut dalam menjalankan syari’at Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar